Pada era
setelah pasca Perang Dunia Kedua, perkembangan film dokumenter mengalami
perubahan yang cukup signifikan. Film dokumenter makin jarang diputar
di teater-teater dan pihak studio pun mulai menghentikan produksinya.
Semakin populernya televisi menjadikan pasar baru bagi film dokumenter.
Para sineas dokumenter senior, seperti Flaherty, Vertov, serta Grierson
sudah tidak lagi produktif seperti pada masanya dulu. Sineas-sineas baru
mulai bermunculan dan didukung oleh kondisi dunia yang kini aman dan
damai makin memudahkan film-film mereka dikenal dunia internasional.
Satu tendensi yang terlihat adalah film-film dokumenter makin personal
dan dengan teknologi kamera yang semakin canggih membantu mereka
melakukan berbagai inovasi teknik. Tema dokumenter pun makin meluas dan
lebih khusus, seperti observasi sosial, ekspedisi dan eksplorasi,
liputan even penting, etnografi, seni dan budaya, dan lain sebagainya.
Sineas Swedia, Arne Sucksdorff menggunakan lensa telefoto dan kamera tersembunyi untuk merekam kehidupan satwa liar dalam The Great Adventure (1954); Oceanografer Jeacques Cousteau memproduksi beberapa seri film dokumenter kehidupan bawah laut, seperti The Silent World (1954); Observasi kota tampak melalui karya Frank Stauffacher, Sausalito (1948) serta Francis Thompson, N.Y., N.Y. (1957). Mengikuti gaya eksotis Flaherty, John Marshall memproduksi The Hunters (1956) mengambil lokasi di gurun Kalihari di Afrika. Lalu Robert Gardner memproduksi salah satu film antropologis penting, Dead Birds (1963)
yang menggambarkan suku Dani di Indonesia dengan ritual perangnya. Di
Perancis, beberapa sineas berpengaruh seperti Alan Resnais, Georges
Franju, serta Chris Marker lebih terfokus pada masalah seni dan budaya.
Resnais mencuat namanya setelah filmnya, Van Gogh (1948) meraih penghargaan di Venice dan Academy Award. Franju memproduksi beberapa film dokumenter berpengaruh seperti Blood of the Beast (1948) dan Hotel des invalides (1951). Sementara Marker memproduksi Sunday in Peking (1956) dan Letter from Siberia (1958).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar