..
Pada akhir
50-an hingga pertengahan 60-an perkembangan film dokumenter mengalami
perubahan besar. Dalam produksinya, sineas mulai menggunakan kamera yang
lebih ringan dan mobil, jumlah kru yang sedikit, serta penolakan
terhadap konsep naskah dan struktur tradisional. Mereka lebih spontan
dalam merekam gambar (tanpa diatur), minim penggunaan narasi dengan
membiarkan obyeknya berbicara untuk mereka sendiri (interview).
Pendekatan ini dikenal dengan banyak istilah, seperti “candid” cinema,
“uncontrolled” cinema, hingga cinéma vérité (di Perancis), namun secara
umum dikenal dengan istilah Direct Cinema. Beberapa faktor yang
mempengaruhi munculnya tren ini, yakni gerakan Neorealisme Italia yang
menyajikan keseharian yang realistik, inovasi teknologi kamera 16mm yang
lebih kecil dan ringan, inovasi perekam suara portable, serta pengisi
acara televisi yang popularitasnya semakin tinggi. Pendekatan Direct
Cinema terutama banyak digunakan sineas asal Amerika, Kanada, dan
Perancis.

Di
Amerika, pengusung Direct Cinema yang paling berpengaruh adalah Robert
Drew, seorang produser yang juga jurnalis foto. Drew membawahi beberapa
sineas dokumenter berpengalaman seperti, Richard Leacock, Don
Pannebaker, serta David dan Albert Maysles. Drew memproduksi film-film
dokumenter yang lebih ditujukan untuk televisi, satu diantaranya yang
paling berpengaruh adalah Primary (1960).
Film ini menggambarkan kontes politik antara John Konnedy dan Hubert
Humprey di Wisconsin. Drew bersama para asistennya merekam momen demi
momen secara spontan. Secara bergantian kamera mengikuti kemana pun dua
politisi tersebut pergi, di tempat kerja, bertemu publik di jalanan,
berpidato, dan bahkan ketika tengah bersantai di hotel. Dalam
perkembangan Leacock, Pannebaker, dan Maysles meninggalkan perusahaan
milik Drew dan membentuk perusahaan mereka sendiri. Beberapa diantaranya
memproduksi film-film dokumenter penting, seperti What’s Happening! The Beatles in New York (1964) arahan Maysles Bersaudara yang dianggap merupakan film dokumenter Amerika pertama tanpa penggunaan narasi sama sekali.
Di Perancis, salah satu pengusung cinéma vérité yang paling berpengaruh adalah Jean Rouch. Salah satu karyanya yang dianggap paling berpengaruh (bahkan di dunia) adalah Cronicle of a Summer (1961).
Rouch berkolaborasi dengan sosiologis, Edgar Morin menggunakan
pendekatan baru cinéma vérité, yakni tidak hanya semata-mata melakukan
observasi dan bersimpati namun juga provokasi. “You push these
people to confess themselves… it’s very strange kind of confession in
front of the camera, where the camera is, let’s say, a mirror, and also a
window open to the outside” ungkap Rouch. Dalam filmnya tampak
Morin berdiskusi dengan pelajar serta para pekerja di Kota Paris tentang
kehidupan mereka dengan melayangkan pertanyaan kunci, “Are you happy?”. Rouch membiarkan subyeknya mendefinisikan sendiri masalah mereka secara alamiah melalui performa mereka di depan kamera.
..
Sejak
pertengahan 60-an, pengembangan teknologi kamera 16mm dan 35 mm yang
semakin canggih serta ringan makin menambah fleksibilitas para
pengusung Direct Cinema. Sejak awal 60-an, hampir semua sineas dokumenter telah menggunakan teknik kamera handheld untuk merekam segala peristiwa. Direct Cinema juga berpengaruh pada perkembangan film fiksi secara estetik melalui gerakan new wave,
seperti di Perancis. Para sineas new wave seringkali menggunakan kamera
handheld, pencahayaan yang tersedia, kru yang minim, serta shot on location. Bahkan film-film (fiksi) mainstream pun seringkali mengadopsi teknik Direct Cinema untuk menambah unsur realisme sebuah adegan. Pendekatan Direct Cinema secara umum berpengaruh perkembangan seni film di dunia terutama pada era 60-an dan 70-an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar