
Film
dokumenter berkembang semakin kompleks di era 30-an. Munculnya
teknologi suara juga semakin memantapkan bentuk film dokumenter dengan
teknik narasi dan iringan ilustrasi musik. Pemerintah, institusi, serta
perusahaan besar mulai mendukung produksi film-film dokumenter untuk
kepentingan yang beragam. Salah satu film yang paling berpengaruh
adalah Triump of the Will(1934)
karya sineas wanita Leni Riefenstahl, yang digunakan sebagai alat
propaganda Nazi. Untuk kepentingan yang sama, Riefenstahl juga
memproduksi film dokumenter penting lainnya, yakni Olympia (1936)
yang berisi dokumentasi even Olimpiade di Berlin. Melalui teknik
editing dan kamera yang brilyan, atlit-atlit Jerman sebagai simbol
bangsa Aria diperlihatkan lebih superior ketimbang atlit-atlit negara
lain.
Di Amerika, era
depresi besar memicu pemerintah mendukung para sineas dokumenter untuk
memberikan informasi seputar latar-belakang penyebab depresi. Salah satu
sineas yang menonjol adalah Pare Lorentz. Ia mengawali dengan The Plow that Broke the Plains (1936), dan sukses film ini membuat Lorentz kembali dipercaya memproduksi film dokumenter berpengaruh lainnya, The River (1937).
Kesuksesan film-film tersebut membuat pemerintah Amerika serta berbagai
institusi makin serius mendukung proyek film-film dokumenter. Dukungan
ini kelak semakin intensif pada dekade mendatang setelah perang dunia
berkecamuk.
..

Perang
Dunia Kedua mengubah status film dokumenter ke tingkat yang lebih
tinggi. Pemerintah Amerika bahkan meminta bantuan industri film
Hollywood untuk memproduksi film-film (propaganda) yang mendukung
perang. Film-film dokumenter menjadi semakin populer di masyarakat.
Sebelum televisi muncul, publik dapat menyaksikan kejadian dan peristiwa
di medan perang melalui film dokumenter serta cuplikan berita pendek
yang diputar secara reguler di teater-teater. Beberapa sineas papan atas
Hollywood, seperti Frank Capra, John Ford, William Wyler, dan John
Huston diminta oleh pihak militer untuk memproduksi film-film dokumenter
Perang. Capra misalnya, memproduksi tujuh seri film dokumenter panjang
bertajuk, Why We Fight (1942-1945)
yang dianggap sebagai seri film dokumenter propaganda terbaik yang
pernah ada. Capra bahkan bekerja sama dengan studio Disney untuk membuat
beberapa sekuen animasinya. Sementara John Ford melalui The Battle of Midway (1942) dan William Wyler melalui Memphis Belle (1944) keduanya juga sukses meraih piala Oscar untuk film dokumenter terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar